Inilah Yang Perlu Diperhatikan Lulusan Muda dalam Perjanjian Kerja

Memuat…

Inilah yang perlu diingat oleh lulusan muda dalam perjanjian kerja. Foto / Shutterstock.

JAKARTA – Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dieta Kurnia mengatakan, selama ini cukup banyak alumni muda yang terjerat perjanjian kerja. Oleh karena itu, ia menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan terkait perjanjian kerja bagi mereka yang ingin berkarir.

Menurut Dieta, penting untuk memahami dan meneliti perjanjian kerja yang akan ditandatangani. Ia mengimbau agar para alumni muda tidak terjebak dalam euforia mendapatkan pekerjaan sehingga gegabah menyepakati perjanjian kerja. “Ini adalah masalah umum bagi fresh graduate,” kata Dieta, dikutip dari situs resmi ITS, Sabtu (2/4/2022).

Baca: Sambut Dies Natalis, Institut Teknologi PLN Jawab Tantangan Jokowi

Dieta menuturkan, ada dua jenis perjanjian kerja, yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tetap (PKWTT). Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada jangka waktu perjanjian. PKWT biasanya digunakan untuk perjanjian kerja pegawai kontrak, sedangkan PKWTT digunakan untuk perjanjian kerja pegawai tetap.

Lebih lanjut, menurut Dieta, aspek pertama yang penting diketahui dalam suatu perjanjian kerja adalah hak dan kewajiban pekerja. Ia menghimbau kepada para lulusan muda untuk tidak malu bertanya kepada departemen Human Resource Development (HRD) perusahaan. “Hak mencakup tunjangan sebagai pekerja, sedangkan kewajiban mencakup aturan tertulis dan tidak tertulis yang harus dijalankan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, calon tenaga kerja perlu memperjelas durasi kerja, khususnya pada jenis perjanjian kerja PKWT. Pasalnya, menurut Dieta, salah satu tanda perusahaan bonafide adalah jangka waktu tertulis dalam perjanjian kerja.

Baca juga: Selamat, ITS Berhasil Raih 10 Medali di Pomprov Jatim 2022

Baca Juga :  Fawwaz, Mahasiswa MAN IC Serpong Raih 5 Universitas Terbaik di Asia, Eropa, dan Australia

Lebih lanjut, lulusan ITS 1987 ini juga mengatakan bahwa yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui nominal dan cara pembayaran gaji dan uang santunan. Upah dan kompensasi yang akan diterima juga harus dinyatakan secara tertulis. “Setiap perjanjian kerja berakhir dan ada perjanjian baru, jangan lupa untuk mengumpulkan uang kompensasi dari perjanjian sebelumnya,” katanya.

Tidak hanya itu, tambah Dieta, jika membutuhkan bantuan terkait perjanjian kerja, alumni ITS bisa menghubungi IKA ITS setempat. Jangan lupa untuk mengingatkannya bahwa ketika Anda mendapatkan kesepakatan yang benar, kesepakatan itu harus dipenuhi. “Ini menuntut ketangkasan bekerja dan kemampuan beradaptasi,” pungkasnya.

(nz)

Tinggalkan komentar