Kisah Letusan Gunung Tambora Punah 3 Kerajaan 207 Tahun Lalu : CakrawalaRafflesia Nasional

SESUAI Pada tanggal 5 April 1815 atau 207 tahun yang lalu, Gunung Tambora meletus untuk pertama kalinya. Dampak letusan gunung berapi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat dahsyat. Bahkan terasa sampai ke Eropa. Korban tewas saat itu diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

(Baca juga: 5 Letusan Gunung Berapi yang Banyak Meninggal Dunia, dari Krakatau hingga Unzen di Jepang)



Karena itu, bayangkan betapa dahsyatnya letusan Gunung Tambora pada April 1815. Bahkan, tiga kerajaan kecil di Pulau Sumbawa punah setelah Gunung Tambora meletus. Ketiga kerajaan tersebut adalah Tambora, Pekat dan Sanggar.

Melansir dari berbagai sumber, Gunung Tambora sendiri terletak di Bima yang merupakan Provinsi NTB antara Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Kawasan Gunung Tambora terbagi menjadi dua lokasi konservasi yaitu Suaka Margasatwa Tambora seluas 80 ribu hektar dan Taman Buru Tambora seluas 30 ribu hektar.

(Baca juga: 10 Gunung dengan Kekuatan Super, 4 ada di Indonesia)

Sedangkan menurut cerita rakyat, kata tambora berasal dari kata lakambore dalam bahasa Bima yang artinya kemana pergi. Namun ada juga yang mengatakan bahwa tambora berasal dari dua kata, yaitu ‘ta’ yang berarti mengajak dan ‘mbora’ yang berarti menghilang, sehingga dimaknai sebagai meminta untuk menghilang.

Gunung Tambora pernah menjadi gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya di Papua sebelum meletus pada April 1815. Gunung Tambora dulunya memiliki ketinggian 4.300 meter di atas permukaan laut, namun setelah letusan dahsyat, separuh puncaknya hancur, menyisakan ketinggian 2.851 meter di atas permukaan laut.

Sedangkan Gunung Tambora kini memiliki kaldera 7 km dan keliling 16 km. Sedangkan jarak antara puncak dan dasar kawah sedalam 800 meter.

Baca Juga :  Kisah Soemitro, Jenderal TNI yang Jadi Prajurit Karena Hantu: CakrawalaRafflesia Nasional


Saat meletus, Gunung Tambora memuntahkan lelehan lava panas dengan bebatuan yang beterbangan ke langit dengan gas mematikan yang menewaskan 17.000 orang. Selain itu, 400 juta ton gas belerang mendominasi langit sejauh ini di atas awan hingga mencapai 27 mil.

Alhasil, saat itu hari berubah menjadi gelap gulita. Bahkan, abu tebal dari letusan Gunung Tambora hingga menutupi pulau Bali dan melayang terus menyebar ke seluruh dunia dan tinggal di troposfer selama beberapa tahun sebelum jatuh melalui hujan.

Namun, hujan turun tanpa henti selama delapan minggu, memicu epidemi tifus yang menewaskan 65.000 orang di Inggris. Bahkan, dampak letusan Gunung Tambora saat itu juga mengakibatkan gagal panen di China dan beberapa negara Eropa.

Tinggalkan komentar