Komisi X DPR dan Kemendikbudristek Dukung Mobilitas Program OBAT Apps

Memuat…

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi Program Mobilitas. TOKO FOTO/LAYAR

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi Mobility Program yang diadakan OBAT Apps bekerja sama dengan kampus, Asosiasi Pendidikan D3 Farmasi Indonesia (APDFI), dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Menurutnya, program ini merupakan langkah konkrit yang menghubungkan dunia industri farmasi dan kampus.

“Link and match dari berbagai pemangku kepentingan ini perlu terus didukung agar kebutuhan masing-masing pihak seperti penyerapan tenaga kefarmasian, munculnya inovasi, serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan secara berkelanjutan,” ujar Hetifah, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (31/31). 3/2022).

Sebelumnya, terpilih 11 mahasiswa dan 6 dosen dari 6 kampus D3 Farmasi untuk mengikuti program pertukaran dosen dan mahasiswa yang diselenggarakan pada 20-27 Maret 2022. Peserta berasal dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ISFI Banjarmasin, STIKES Samarinda, Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, Akademi Farmasi Yarsi Pontianak, dan Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta.

Baca juga: OBAT Apps Luncurkan Program Pertukaran Dosen dan Mahasiswa Farmasi Pertama di Indonesia

Program Mobilitas dapat dikembangkan di seluruh Indonesia mengingat pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing bangsa, baik sebagai wadah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, penyiapan sumber daya manusia yang kreatif dan produktif, maupun sebagai tulang punggung inovasi. “Program pertukaran ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga meningkatkan semangat nasionalisme kita melalui pembelajaran budaya, toleransi, dan lain-lain,” kata Hetifah.

Menurut Tim Program Pembelajaran dan Kurikulum Kampus Mandiri (MBKM), Ludfi ​​Djajanto mengatakan, konsep Mobility Program yang dijalankan OBAT Apps sejalan dengan kebijakan MBKM, dimana belajar lebih kaya dengan pengalaman, sehingga mampu untuk mengejar manajemen pendidikan tinggi dan reformasi tata kelola. .

Baca Juga :  Himpunan

“Program ini merupakan ide segar bagi kampus-kampus kesehatan yang pada awalnya tidak kami butuhkan dalam program MBKM,” kata Ludfi.

Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) PT Obat Inovasi Indonesia yang membawahi OBAT Apps, Ridho M Sakti berharap program ini berjalan secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen farmasi di seluruh Indonesia untuk menimba pengalaman dan arah praktik kerja yang lebih baik. relevan dan mentransfer pengetahuan. Upaya tersebut dapat mengkatalisasi kampus D3 Farmasi untuk lebih berdaya melalui hibah penelitian, bengkel, pertunjukan keliling apotekerkerjasama skala global, untuk pendampingan dan sebagai fasilitator sistem akreditasi kampus.

(abd)

Tinggalkan komentar