Penelitian Bioplastik PPBBI Bogor telah menarik banyak perhatian dari kalangan industri

Memuat…

Penelitian bioplastik yang dikembangkan PPBBI Bogor banyak menarik perhatian kalangan industri. Foto/Ist

JAKARTAPenelitian bioplastik yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) Bogor, banyak menarik perhatian kalangan industri. Hal itu terungkap dalam acara promosi hasil penelitian yang digelar Asosiasi Penemu Indonesia (AII).

Bioplastik yang memanfaatkan sampah Minyak sawit dapat terurai secara alami ketika tidak digunakan lagi. Temuan tersebut diyakini Ketua AII, Prof Didiek Hadjar Goenadi, menjadi solusi penanganan sampah plastik di tanah air.

Baca juga: Mahasiswa IPB Raih Juara dan Runner-Up Vokal Atma Cordis Systolic 2022

“Sebelumnya ada beberapa industri yang tertarik dengan penelitian bioplastik. Kami akan membantu mempertemukan investor dan inventor agar produknya bisa dikomersialkan, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Didiek dalam acara bertajuk ‘Penguatan Industri Kelapa Sawit Berbasis Teknologi Baru’.

Prof Didiek menegaskan pihaknya tidak akan memanfaatkan hasil pertemuan antara investor dan inventor. Karena ini adalah salah satu tugas AII, yaitu mendorong inventor dengan TRL (Technology Readiness Level) 7 untuk menembus 8 dan 9 dengan dukungan industri.

Selain itu, bioplastik merupakan salah satu dari 13 penelitian yang telah selesai dan layak untuk dipromosikan ke industri. Penelitian ini didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui Program Grand Palm Oil Research 2015-2019.

Baca juga: Mahasiswa IPB University Raih Runner-Up UTM Cyberwar 2.0 International Championship

Kepala Bidang Kelembagaan Sosial dan Masyarakat Sipil Badan Layanan Umum (BLU) BPDPKS Aida Fitria menjelaskan, kelapa sawit sebagai salah satu komoditas perkebunan strategis nasional sangat membutuhkan penelitian dan pengembangan.

“Kegiatan riset ini penting untuk pembangunan berkelanjutan industri sawit nasional. Sekaligus menjadi bahan bagi pengambil kebijakan pemerintah untuk melawan kampanye hitam sawit,” ujarnya.

Baca Juga :  Tikus Sering Jadi Hewan Eksperimen Dalam Penelitian, Ini Penjelasan Dosen ITB

Tinggalkan komentar