Tujuan Laporan Pendidikan adalah untuk Mengevaluasi Kualitas dan Sistem Pendidikan

Memuat…

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Menteri Pendidikan dan Teknologi ) Nadiem Anwar Makarim mengklaim bahwa Laporan Pendidikan yang diluncurkan bukanlah bentuk mencari-cari kesalahan tenaga kependidikan.

Nadiem mengatakan, Laporan Pendidikan diciptakan untuk dapat mendorong perubahan kualitas dalam dunia pendidikan di Indonesia, terutama berfokus pada perbaikan terukur yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kemendikbudristek Ajak Ratusan Guru Seluruh Indonesia, Ini Materi Krusial yang Dibahas

“Rapor pendidikan mendorong perubahan paradigma dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Fokus capaian kita saat ini adalah perbaikan yang nyata dan terukur dari tahun ke tahun,” ujar Nadiem dalam akun Instagram miliknya @nadiemmakarim, Minggu (3/4/2022). ).

Nadiem menjelaskan bahwa hasil dari hasil yang tercatat dalam Education Report akan menjadi benchmark dalam dunia pendidikan setiap tahunnya. Namun, bukan berarti mencari tahu siapa yang salah dan benar.

“Jadi data di Raport Pendidikan bukan untuk mencari siapa yang salah atau siapa yang benar, tetapi untuk melakukan perbaikan yang tepat sasaran,” jelasnya.

Baca juga: Tertarik Kuliah di Jerman, 4 Beasiswa Ini Bisa Digunakan

Menurut Nadiem, kemajuan dunia pendidikan di Indonesia yang terus berlanjut adalah peran kita semua. Apalagi kesuksesan platform pembelajaran mandiri. “Kita semua memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita dan kita semua memiliki kewajiban untuk bekerja sama mewujudkan Kebebasan Belajar,” ujarnya.

Sebelumnya, Program Belajar Gratis Kemendikbudristek terus berlanjut. Hari ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Laporan Laporan Pendidikan Indonesia sebagai terobosan untuk Merdeka Belajar Episode 19.

Rapor Pendidikan Indonesia ini merupakan langkah lanjutan dari Penilaian Nasional (AN) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Teknologi sebagai Episode Belajar Gratis Pertama.

Baca Juga :  KBRI Tokyo-PP Muhammadiyah Kolaborasi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Inovasi Pendidikan

“Penilaian Nasional menjadi sistem evaluasi pendidikan mutakhir yang berfokus pada literasi, numerasi, karakter, dan kondisi lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran yang efektif,” katanya dalam siaran pers, Jumat (1/4). /2022).

Pelaksanaan AN sejalan dengan prinsip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu mempercepat transformasi pendidikan Indonesia, khususnya dalam hal evaluasi pendidikan. Mendikbud menjelaskan, penekanan dalam pelaksanaan AN adalah evaluasi yang berorientasi pada kualitas, sistem dan pengumpulan informasi yang terintegrasi, serta mendorong refleksi dan perbaikan, bukan hanya hasil akhir.

(mpw)

Tinggalkan komentar