UI Sediakan 1.200 Komputer untuk UTBK SBMPTN 2022

Memuat…

UI menyediakan 1.200 komputer untuk UTBK SBMPTN 2022. Foto/Dok/Humas UI.

JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dilaksanakan pada Mei 2022. Salah satu kampus yang akan menjadi lokasi ujian adalah Universitas Indonesia (UI) .

UI masih ditunjuk oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai salah satu PTN pusat yang menyelenggarakan UTBK dari 74 PTN pusat UTBK di seluruh Indonesia.

“Bagi teman-teman yang ingin mengikuti UTBK khususnya yang berdomisili di Jakarta-Depok bisa memilih UI sebagai tempat UTBK. Kami menyediakan sekitar 1.200 komputer per sesi yang bisa digunakan oleh peserta UTBK,” kata Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UI, Dr Gunawan, melalui siaran pers, dikutip Rabu (6/4/2022).

Baca: UI Sediakan 9.300 Kursi untuk Mahasiswa Baru, Ini Jalur Terbukanya

Pada Info Days SBMPTN Virtual UI 2022, Direktur Eksekutif LTMPT Prof. Dr. Ir. Budi Prasetio Widyobroto menjelaskan tata cara dan tahapan seleksi yang difasilitasi oleh LTMPT, yaitu SNMPTN dan SBMPTN. Untuk SNMPTN, proses seleksi telah dilakukan dan UI telah menerima 1.115 mahasiswa baru dari jalur tersebut.

Sedangkan untuk SBMPTN, seperti tahun sebelumnya, proses seleksi dilakukan melalui UTBK. Tes ini dilakukan dalam 2 gelombang selama 14 hari yang terbagi dalam 28 sesi. Batch 1 akan diadakan 17 Mei–23 Mei dan Tahap 2 akan diadakan 28 Mei–3 Juni 2022.

Materi yang diujikan dalam UTBK terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS), Bahasa Inggris, dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Berbeda dengan tahun sebelumnya, Bahasa Inggris diuji secara terpisah karena keterampilan ini diperlukan ketika belajar di universitas. Kelompok ujian UTBK meliputi sains dan teknologi (iptek), soshum (sosial dan humaniora), dan campuran. Tes IPA dan IPS dilaksanakan selama 195 menit, sedangkan tes campuran 285 menit.

Baca Juga :  Gagal Lulus SNMPTN? Coba Pikirkan Lagi 3 Hal Ini

Untuk mendaftar UTBK, peserta harus memiliki akun LTMPT. Untuk kelompok tes IPA atau IPS, peserta membayar biaya UTBK sebesar Rp. 200 ribu, sedangkan peserta kelompok tes campuran membayar biaya sebesar Rp. 300 ribu.

Baca juga: Kondisi Belajar di Jepang dan 5 Universitas Terbaik

Hasil UTBK tersebut kemudian digunakan oleh peserta untuk mengikuti SBMPTN. Peserta diperbolehkan memilih 2 program studi di 1 PTN atau 1 program studi di 2 PTN. Tidak ada batasan pilihan program studi selama sesuai dengan bidang keilmuannya. Peserta yang memilih prodi Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio.

Prof Budi menambahkan, peserta dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Perguruan Tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) sama-sama mengelola Perkuliahan KIP.

“KIP Perkuliahan yang dikelola Kemdikbudristek dapat digunakan untuk mendaftar PTN di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artinya, bagi adik-adik yang memiliki KIP Belajar di bawah Kementerian Agama, hanya bisa mendaftar di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTN). PTKIN). Informasi lengkap tentang KIP untuk kuliah ini bisa dilihat di https://puslapdik.kemdikbud.go.id/,” tutupnya.

(nz)

Tinggalkan komentar